31 Januari 2023

Bulan: Desember 2022

Perang Rusia dan Ukraina

Vladimir Putin Ingin Akhiri Perang Terhadap Ukraina dengan Kesepakatan

Reaksi Mantan Kanselir Jerman Angela Merkel Tentang Isi dari Pernjanjian Minsk

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kesepakatan perlu kita capai untuk mengakhiri pertempuran Ukraina. Hal ini beliau sampaikan pada Jumat (9/12), sembilan bulan setelah Rusia meluncurkan “operasi militer khusus” kepada Ukraina.

 

“Kepercayaan, tentu saja, hampir nol… akan tetapi pada akhirnya, kesepakatan harus tercapai.” Kata Putin dalam pertemuan puncak para pemimpin regional (Bishkek, ibu kota Kyrgyzstan).

 

“Saya telah mengatakan berkali-kali bahwa kami siap untuk perjanjian ini, dan kami terbuka (untuk hal itu).” Tambahnya menurut lansiran dari kantor berita AFP pada hari Sabtu (10/12/2022).

 

Komentar Putin itu muncul sebagai reaksi atas pernyataan mantan kanselir Jerman Angela Merkel seputar perjanjian Minsk. Mengenai proses negosiasi dengan Paris dan Berlin untuk mengakhiri pertempuran antara Rusia dan Ukraina.

 

Merkel mengatakan terhadap surat isu Die Zeit bahwa kesepakatan tahun 2014 tersebut. Yaitu “upaya untuk memberikan waktu terhadap Ukraina” dan bahwa Kyiv telah menggunakannya “untuk menjadi lebih kuat”.

 

Lebih lanjut Vladimir Putin mengatakan ia “kecewa” dengan komentar mantan kanselir Jerman itu. Putin mengatakan ia “senantiasa berasumsi bahwa pemerintah Jerman bertingkah jujur”.

 

Pernyataan Vladimir Putin Untuk Bagaimana Mengakhiri Perang Selama 9 Bulan Terhadap Ukraina

Vladimir Putin
 

“Setelah pernyataan seperti itu, pertanyaannya sekarang yang muncul adalah. Bagaimana kami dapat setuju? Dan apakah ada yang setuju? Apa jaminannya?” cetus Putin.

 

Sebelumnya, Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia mengirimkan sinyal baru soal bagaimana mengakhiri perang berkelanjutan terhadap Ukraina. Kremlin menceritakan bahwa semuanya terserah terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mengakhiri perselisihan militer tersebut.

 

Seperti informasi dari kantor berita TASS dan Associated Press, Jumat (9/12/2022). Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan perselisihan Ukraina dapat usai kapan saja jikalau otoritas Kiev menunjukkan harapan politik. Pernyataan itu justru merujuk pada ketetapan yang Rusia tawarkan dan telah berulang kali Ukraina tolak.

 

“Dalam hal ini, kita bisa berspekulasi kapan semua ini akan usai, hingga wajah kita membiru.” Ucap Peskov dalam pernyataannya, mengomentari Zelensky yang mempelopori perselisihan Ukraina mungkin berakhir tahun 2023 mendatang.

 

“Zelensky tahu kapan ini semuanya dapat berakhir. Ini dapat usai satu hari setelah hari ini jikalau ia menginginkannya.” Sambung Peskov.

 

Kremlin mengatakan bahwa Ukraina harus menerima prasyarat yang Rusia berikan untuk mengakhiri pertempuran ini.

 

Salah satu prasyarat yang Rusia ajukan yaitu supaya otoritas Kiev mengakui Crimea sebagai bagian dari kawasan Rusia. Dan juga menerima wilayah-wilayah lainnya yang teraneksasi Moskow. Crimea sendiri merupakan semenanjung wilaayah Ukraina komponen timur. Yang mana secara ilegal pada tahun 2014 lalu Moskow kuasai.

 

Selain Crimea, Rusia pada September lalu juga menganeksasi empat kawasan Ukraina sekaligus. Pertama Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia, sebagai bagian dari wilayahnya.

 

Zelensky serta jajaran pejabat Ukraina lainnya telah berulang kali menolak prasyarat tersebut. Mereka menyebut perang akan usai ketika wilayah yang telah rusia rebut, ia rebut kembali. Atau ketika semua anggota pasukan Rusia telah meninggalkan wilayah negara Ukraina.